Sebelum Kami

Apa yang terjadi sebelum Promeda berdiri?

Promeda masih tergolong ekstrakurikuler kemarin sore. Berawal dari diresmikan pada bulan Maret 2016 silam sampai sekarang, Promeda dengan didukung oleh berbagai pihak berkembang dengan cepat menjadi ekskul yang produktif. Tapi sejarah Promeda tidak sebatas itu saja.

KARMAPALA

logo-karma
Logo Karmapala 2015, oleh Kartika W. A. (Ketua 2016)

Sejatinya, Promeda adalah pengembangan dari ekstrakurikuler lain yang bergerak di bidang yang serupa, Karmapala. Karmapala sendiri memiliki singkatan Karya Mading Empat Delapan. Sesuai dengan namanya, kegiatan Karmapala tidak jauh dari membuat majalah dinding dan mengurus panel-panel di dinding yang tersebar hampir di setiap penjuru sekolah. Tidak hanya itu, Karmapala juga sempat merilis majalah sekolah dengan nama Smoothies (School Magazine of Forty Eight).

Bermula dari ketidakpuasan anggota dengan progress kegiatan ekskul yang kian melambat, pengurus inti Karmapala tahun 2016 memutuskan mengubah haluan menjadi fokus ke media sosial, tanpa meninggalkan media cetak. Perubahan ini diawali dengan dibuatnya akun LINE@ yang sudah berjalan sejak Oktober 2015, bahkan sebelum Promeda dibentuk.

KARMAPLANET

Dengan dibukanya Official Account yang bernama Karmaplanet, Karmapala berhasil menutupi berbagai keterbatasan, malah semakin giat mengadakan liputan dan menjadi bisa berinteraksi dengan siswa siswi bahkan alumni SMAN 48. Official Account Karmaplanet, yang ternyata tumbuh dengan pesat, memiliki peranan penting yang memberi kesadaran baru bagi Karmapala. Pengurus inti Karmapala tahun jabatan 2016 yang saat itu baru saja menjabat menyadari situasi ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk mengembangkan sayap-sayap Karmapala; dari ekskul mading menjadi jurnalistik.

PROMEDA

Berbekal izin dan dukungan dari para senior dan berbagai pihak lain, Karmapala resmi menjadi Promeda pada 16 Maret 2016, setelah dipublikasinya pemberitahuan resmi di Official Account Karmaplanet.